Bias Dalam Kehidupan

14 04 2009

Cinta dan Kebencian

Cinta……

Mengapa kau mesti datang ke dalam hidupku dikala aku tak memikirkanmu

Mengapa kau mesti datang mengisi jiwa yang kosong akan ruh

Apa yang kau fikirkan tentang hidup yang Fana

Apa yang kau harapkan dari jiwa yang kosong

Cinta……

Kau pergi ketika aku sudah memikirkan untuk memelukmu

Kau tinggalkan hatiku ketika jiwa ini sudah kau racuni

Kau buat jiwa-jiwa ini kembali menjadi hampa

Kau tinggalkan jiwa yang hampa ini menjadi seonggok mayat hidup

Cinta….

Aku tak memamahamimu

Aku tak mengertimu

Aku nafikan hadirmu

Aku Fana dan hampakanmu

Mengapa Cinta yang agung bisa menjadi sebuah kebencian?

Apakah beda antara dirimu dengan kebencian?

Apakah yang kulakukan karena cinta? Apakah ini hanya sebuah kebencian belaka???

Pondok Derita, 14 April 2009





Cendikiawan dan Legislator

8 04 2009

Dalam buku Ummah dan Imamah tulisan Ali Sari’ati disebutkan bahwa cendikiawan merupakan sekelompok  masyarakat yang mengambil peran sebagai katalis dalam sebuah proses perubahan masyarakatnya. Selain pendorong dikatakan bahwa Cendikiawan ini juga ikut terlibat dalam proses transformasi tersebut, sehingga seringkali dikatakan bahwa cendikiawan tidak merupakan kelompok masyarakat bebas nilai seperti yang digolongkan oleh Ron Eyerman dengan menyebutkan para ilmuwan adalah sekelompok masyarakat yang selalu memunculkan gagasan-gagasan bagi masyarakatnya, dan dia tidak boleh terlibat dalam mewuudkan gagasan tersebut. Ketika seorang cendikiawan terlibat dalam urusan praktis gagasan tersebuta, maka seketika dia sudah keluar dari fungsinya sebagai cendikiawan,,…..

Besok Tanggal 9 April 2009 merupakan salah satu moment yang cukup menentukan bagi perjalanan bangsa ini ke depan(Setidaknya menurut sebagian orang yang melihat Pemilu merupakan satu-satunya saluran legal dalam menentukan arah bangsa ini, “Penulis sendiri tidak menutup pintu lain”). MEnurut UU Pemilu Tahun 2008 bahwa Pemilu merupakan kegiatan memilih anggota DPR,DPRD I dan II dan DPD…  Kalau kita lihat nomenklatur maka antara DPR, DPRD I dan II tidaklah begitu aneh tetapi ketika ada namanya DPD muncul pertanyaan apa sih tujuannya mereka dibuat?

Pada prinsipnya baik DPR maupun DPD merupakan perwakilan masyarakat suatu wilayah di dalam NKRi yang bertujuan sebagai lembaga controlling terhadap Pemerintahan yang berjalan baik di pusat maupun di daerah… Mereka bertugas mencari terobosan-terobosan baru dalam hal fungsi Legislasi untuk kemajuan masyarakat yang mereka wakili. Kalau kita lihat terminologi ini maka tampak sekilas bahwa fungsi cendikiawan dan fungsi para legislator ini tidak jauh berbeda, terlepas dari adanya perbedaan pandangan tentang praksis mereka… Jelas sekali sebenarnya fungsi para legislator ini adalah memberi gagasan-gagasan baru dalam proses perkembangan suatu kaum “dalam hal ini negara”. Sangat besar sebenarnya harapan yang dititipkan oleh rakyat tehadap para legislator yang akan mereka pilih kelak,….

Semoga pada Pemilu 9 April 2009 ini akan terpilh para legislator yang punya kemampuan dan kemauan berfungsi sebagai cendikiawan bagi masyarakat Indonesia sehingga kita tidak mendengar lagi hal-hal yang menjijikkan dari gedung DPR senayan… Go Pemilu 2009, Go Caleg Jujur, Go civil society…





Sekapur Sirih

25 01 2009

Melalui Lembaran-lembaran ini mari kita sadarkan diri dan lingkungan kita untuk lebih dinamis